Ahmad Ali di PSI; Berkah atau Musibah?
gagal melewati ambang batas parlemen 4 %. "Ini artinya, masalah utama PSI bukan sekadar kurang populer, tetapi belum cukup berhasil mengubah popularitas menjadi penerimaan sosial yang luas sebagai elektabilitas," ungkapnya. Dalam konteks itulah, lanjut Toto, kehadiran Ahmad Ali menjadi penting dan relevan dalam upaya memperluas napas PSI. Ia datang dari tradisi politik Nasdem yang lebih lentur, lebih berpengalaman dalam konsolidasi struktur, dan lebih terbiasa menjalin komunikasi lintas kekuatan. Dengan bekal itulah, kata Toto, Ahmad Ali potensial menjadi figur yang menjembatani kebutuhan itu. Ini karena Ahmad Ali punya pengalaman parlementer, organisasi, jaringan daerah, hubungan dengan elit politik nasional dan kedekatan dengan sejumlah simpul sosial yang selama ini tidak terjamah PSI. Toto berpendapat, minimal ada tiga kelebihan dari Ahmad Ali. Pertama, punya kempampuan konsolidasi politik, karena ia bukan politisi wacana, tetapi politisi lapangan. Kedua, memiliki daya komunikasi lintas segmen. Sehingga, bisa membantu PSI memperluas bahasa politiknya. Tentu, bukan untuk mengubah PSI menjadi partai oportunistik, tetapi menjadi partai yang lebih komunikatif. Dan ketiga, lanjut Toto, Ahmad Ali punya pengalaman membaca realitas elektoral. Sehingga, ia tahu bahwa politik bukan hanya soal benar secara moral, tetapi juga diterima secara sosial. Meski begitu, Toto mengingatkan agar Ahmad Ali benar-benar menjadi berkah buat PSI, dan tidak sebaliknya menjadi musibah. Apalagi, dalam konteks Ahmad Ali sebagai politisi elit lama yang, jika tidak cerdas memposisikan dirinya, potensial mengubah citra PSI yang muda, modern, dan pro perubahan. Karena itu, Toto menegaskan, masuknya Ahmad Ali ke PSI ini bisa menjadi peluang besar, sekaligus menjadi ujian besar. Salah satu tantangannya adalah menyatukan energi seluruh anak muda PSI dengan jaringan sosial-politik yang lebih luas. "Sebagai politisi senior, Ahmad Ali punya kemampuan untuk memperbaiki kegagalan 2024. Termasuk, dengan tidak lagi membiarkan PSI terjebak pada politik gaduh lewat figur kontroversial seperti Ade Armando yang mudah melukai kelompok lain," ungkapnya. ***
Berita Terkait
Berita Terbaru Lainnya
PSI Morut Terus Genjot Pembentukan Struktur D...
04 May 2026